satu atau dua hari yang lalu waktu sedang asiknya makan malam sambil menonton tayangan berita di salah satu stasiun swasta, setengah tak percaya ketika saya melihat peliputan pembangunan kembali Istana Pagaruyung. Wah, ternyata saya tidak tau sama sekali jikalau Pagaruyung yang sedemikian megahnya telah ludes terbakar. Bener-bener gak percaya coz ….. ahh sayang sekali istana itu terbakar. Tapi yang membuat saya makin tidak percaya adalah ritual yang dilakukan oleh “orang-orang” sana.
Dengan jelasnya saya melihat satu-satunya tiang yang tersisa dari Istana Pagaruyung dimandikan air kembang, what the ……. ???
Belum lagi setelah itu dilakukan ritual penyembelihan kerbau yang kepalanya ditanamkan di tanah tempat berdirinya Istana Pagaruyung yang baru kelak.
Daratan Minang yang sebegitu kental Ke-Islamannya ternyata masih melakukan ritual-ritual semacam itu. Maaf, tapi bagi saya hal tersebut benar-benar suatu hal yang masih perlu dipertanyakan.
Masih dengan saluran yang sama saya menonton berita, tidak lama saya menyaksikan seorang kakek di daerah Lamongan, Jawa Timur, yang di sumpah pocong oleh masyarakat sana. Setelah mendengarkan lebih lama ternyata si Kakek di tuduh sebagai tukang santet yang telah menelan korban di desa tersebut. Dan jelaslah si kakek tersebut menolaknya. Ternyata pernyataan si Kakek masih harus dibuktikan lagi dengan sumpah pocong tersebut. Kenapa sumpah pocong?? Ditenggarai sumpah pocong tersebut, lengkap dengan pengkondisian layaknya orang meninggal, dapat membuktikan apakah seseorang berbohong atau tidak. Jikalau orang tersebut berbohong maka matilah dia, dan jika tidak maka sebaliknya. Pemuka desa setempat mengatakan bahwa di desanya telah beberapa kali dilakukan sumpah pocong dengan hasil beberapa orang meninggal dunia.
Sebagai pribadi saya tidak akan menuntut penjelasan ilmiah dari sumpah pocong, tetapi sebagai insan beragama, Ya. Benarkah nasib seseorang dapat ditentukan oleh sumpah pocong??? Bukankan usia seseorang hanya ditentukan oleh Yang Di Atas??? Hal ini benar-benar menggelitik saya . . .





Prehatanto berkata,
Juni 2, 2008 @ 7:24 am
Yup, benar.
Memang bisa karena langsung linking ama Tuhan.
Mistik ? Semua bisa dijelaskan dengan akal sehat dan logika.
DiSaSiReNav berkata,
Juni 20, 2008 @ 3:30 am
Bener banget, sebagai bangsa beragama kita tidak perlu percaya seperti itu, walaupun emang itu ada tidak perlu dilakukan, secara zaman tuh udah modern. karena takdir kita ada di tangan Tuhan. Seharusnya sumpah itu dilakukan atas nama tuhan dan di atas al-quran. Kalau sebenarnya dia bohong akan dipertanggung jawab kan di hadapan yang kuasa, dan hidupnya akan tidak tenang. Kalo emang bener ada, jujur secara pribadi aku sendiri memang bependapat, ya memang harusnya orang lain tidak perlu mendesak untuk sumpah pocong, itu karena toh perbuatan manusia yang dilakukan memang di pertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing.
ndra berkata,
September 23, 2009 @ 7:45 am
kalo mnrut sy c, g semua bisa d jelaskan dgn nalar, so, apapun yg d lakukan mrka, biar mrka yg urus, tiap daerah th kn py tradisi masing” x pa