Kenapa Google Chrome?
Teks asli: http://hidayatunnes.wordpress.com/2010/09/13/kenapa-google-chrome/
Cuma sekedar sharing aja tentang Google Chrome.
Bagi yang belum tau, Google Chrome itu adalah sebuah perangkat lunak (software) yang dapat digunakan sebagai web browser layaknya Internet Explorer (IE), Opera, Safari atau Mozilla Firefox. Dengan bantuan browser-browser tersebut setiap harinya kita dapat berinteraksi dengan dunia internet, dari sekedar berselancar hingga bermain game online.
Berdasarkan marketshare.com, toptenreviews.com, dan Chip Mag edisi 05/2010, jawara browser masih dipegang oleh Mozilla Firefox dan diikuti beragam browser lainnya. Chrome sendiri rata-rata ada di urutan ke-3. Penilaian dilakukan terhadap beberapa aspek dari kecepatan, sekuriti, ekstensi (add-on), dan lain sebagainya. Bagaimana dengan IE? IE masih memiliki market share terbesar hal ini, menurut saya, masih disebabkan oleh bundling yang dilakukan pihak microsoft terhadap IE ke dalam paket Microsoft Windows mereka.
Lalu kenapa Google Chrome???
Mozilla Firefox
Keunggulan Mozilla rasanya sulit terbantahkan, mengingat reputasi Mozilla sebagai pemain lama yang telah dikenal luas. Service Mozilla sungguh mengagumkan, mereka membawa perubahan besar-besaran ke dalam pasar browser. Penataan tabulasi yang baik, keamanan yang terjaga, manajemen menu yang sangat memudahkan, hingga adds-on yang sungguh melimpah membuat Mozilla seakan-akan tidak tergantikan.
Google Chrome
Google Chrome hadir sebagai browser belum lama ini, baru beberapa tahun kebelakang. Dengan namanya yang mencantumkan embel-embel google, anda pasti sudah dapat menebak siapa kiranya yang ada di belakang semua ini, ya Google, siapa lagi…
Lalu kenapa Google Chrome? Lihat, inilah release yang dikeluarkan pihak pengembang.
Why use Google Chrome?
Speed, Simplicity, Security, And more features
Setengah tidak percaya akan apa yang ditawarkan, saya langsung menginstallnya ke dalam komputer tua ini.
Proses instalasi tidak lama, entah berapa detik saya sendiri tidak merecordnya, dan yang saya instal kali ini adalah Google Chrome versi 6.0.401.1. Yang menarik dalam proses instalasi, Chrome menawarkan feature import bookmark dan lainnya dari browser lain yang terinstal pada komputer kita, dalam hal ini saya menggunakan Mozilla Firefox.
Kesan yang pertama muncul ketika menjalankannya ya memang cukup sederhana (simpel), namun bukan hal ini yang sebenarnya saya kejar, namun performa browser yang ingin saya buktikan. Selama ini dalam menggunakan browser, musuh utama saya adalah penggunaan memori yang sangat besar, belum lagi jika mengakses halaman dengan konten flash di dalamnya. Semakin lama kinerja browser akan semakin lambat yang akhirnya akan berefek pada kinerja komputer secara langsung. Bahkan akhir-akhir ini, saya makin dibuat jengkel oleh kinerja browser yang saya pakai, hal ini disebabkan oleh lamanya proses “hilang”-nya browser dari memori. Butuh beberapa saat untuk melihatnya hilang dari proses memori bahkan kadangkala saya harus “memaksanya” untuk hilang.
Back to the topic, ketika saya menjalankan Chrome dan membuka beberapa halaman web, berharap dapat melihat berapa rakus ia memakan memori, tapi apa yang saya dapat ketika membuka windows task manager?! Sungguh mencengangkan, alih-alih saya mendapat satu proses dengan nama Chrome dengan mem. usage yang begitu besar, saya mendapati beberapa proses dengan nama Chrome dengan mem.usage yang dapat dikatakan semua sama.
Hasilnya? Kinerja browser menjadi lebih stabil, dan proses buka-tutup tab serta browser pun menjadi lebih cepat dan tentu saja hal ini akan berefek langsung pada kinerja komputer yang menjadi lebih ringan ![]()
Jujur saja, komputer yang saya gunakan hanya sebuah komputer dengan spek setara Intel Pentium 4, jadi kinerja memang sangat saya perhatikan ![]()
Mungkin dengan pembagian inilah yang membuat Chrome menjadi lebih stabil dari browser lainnya, membuatnya menjadi lebih ringan…
Lalu apakah hanya sampai di sini speed yang dijanjikan Chrome?? Rasanya tidak, selain speed dalam hal sistem tentu speed dalam hal membuka halaman web beserta konten-konten yang ada di dalamnya. Mengacu pada Peacekeeper, dan majalah Chip edisi 05/2010, Google Chrome menjadi yang tercepat diikuti Opera, Safari, dan Mozilla Firefox. Apakah itu nyata? Ya, setidaknya hal tersebut bukan omong kosong ketika saya buktikan sendiri.
Grafik di bawah ini menunjukkan seberapa jauh keunggulan Chrome terhadap browser lainnya, termasuk Mozilla Firefox dalam hal kecepatan mengakses halaman web. Untuk grafik pertama digunakan Chrome 5.0.375.127 versi Ubuntu 10.04, sedangkan untuk Mozilla Firefox digunakan release 3.6.9 juga versi Ubuntu 10.04 dengan spesifikasi komputer yang saya gunakan. Untuk grafik kedua, merupakan perbandingan yang dilakukan terhadap masing-masing spesifikasi komputer.
Semakin tinggi spek, semakin terlihat bedanya
Lanjut ke masalah ekstensi atau adds-on dalam bahasa Mozilla-nya. Hal ini salah satu alasan mengapa banyak orang termasuk saya sulit meninggalkan Mozilla, dengan download manager, ad-block, flash block, theme dan banyak lainnya lagi membuat Mozilla sangat-sangat mengerti saya (sesuai slogan mereka). Lalu bagaimana dengan Chrome? Sejauh ini tidak buruk, minus download manager yang belum sebaik Mozilla, kebutuhan ekstensi saya telah terpenuhi, at least mereka punya flash block.
Well, sejauh ini 3 dari janji mereka, speed, simplicity, dan more features, telah terpenuhi hanya sisi sekuriti yang memang belum bisa saya buktikan. Karena memang saya agak tidak peduli dengan hal ini, kecuali virus ![]()
Satu hal yang saya temui terkait dengan sekuriti dan virus, Google Chrome tidak terintegrasi dengan Norton 360 yang saya install, berbeda dengan Mozilla Firefox yang terintegrasi dengan baik. Entah apa penyebabnya, tapi sungguh disayangkan ketidak integrasian ini.
Hal lainnya yang menjadi perhatian saya adalah penempatan menu-menu pada Google Chrome. Jika pada Mozilla, menu akan anda mudah temui pada bagian atas window dan dapat dengan mudah digunakan karena memang penempatan dan penamaan yang sudah sangat familiar. Berbeda dengan Chrome, penempatan menu tersembunyi di sebelah kanan atas, tepatnya dibawah button close (x). Semua menu diringkas menjadi 2 drop-down menu, dengan simbol gambar kertas dan perkakas kunci. Kesan pertama yang didapat…. bingung dan “hey, pada kemana menu-menu standar yang sudah seharusnya ada …” tapi jangan khawatir menu-menu standar itu masih ada hanya di pindah tempatkan, agar terbiasa cobalah mengklak-klik nya ![]()
dan tampaknya hal ini merupakan imbas dari simplicity yang di tawarkan Chrome.
Chromium on Linux
Entah apa penyebabnya, tapi ketika saya menginstal Google Chrome di Ubuntu 10.04 terdapat sedikit perbedaan terhadap logo dan penamaan Chrome. Jika pada windows logo Chrome berwarna merah-kuing-hijau-biru dengan nama Chrome, tetapi pada Ubuntu saya mendapati logo Chrome berwarna biru dengan variasi gradasi dengan nama Chromium. Perbedaan ini nampaknya memang didasarkan pada penjiwaan masing-masing OS yang sudah berbeda jauh.
Tidak sulit untuk menginstal Chrome pada Ubuntu 10.04 karena paket sudah tersedia pada Package Manager begitu pula dengan update-nya. Yang menarik justru terletak pada halaman download Chrome pada situs Google Chrome. Google menawarkan download versi LInux untuk distro Ubuntu dan Fedora, yang berarti kita tinggal mendownloadnya dan langsung klik untuk menginstal bagi para pengguna Ubuntu dan Fedora. Tidak hanya itu, versi Chromium juga diberikan untuk versi 64bit.
Untuk kemampuan Chromium rasanya tidak berbeda dengan versi Chrome, namun untuk beberapa ekstensi disayangkan tidak dapat terinstal dikarenakan versi terakhir Chromium saat ini adalah versi 5 sedangkan Chrome terbaru adalah versi 6. Beberapa ekstensi mengharuskan Chrome/Chromium berada pada versi 6 untuk dapat terinstal.
Conclusion
Memang berat menjadi yang teratas, semakin di atas semakin kencang angin berhembus :p
Mozilla Firefox harus siap-siap tumbang jika tidak bisa memperbaiki kinerjanya menjadi yang tercepat dan teringan. Hal lainnya??? Rasanya si rubah api masih unggul dari Chrome.
Lalu pakai yang mana dong? Tergantung kebutuhan anda, kalau saya pribadi untuk saat ini sejenak akan beralih ke Chrome








Komen Anda